Rabu, 16 Januari 2013

Cara cepat ngeHack Facebook Orang laen

Tips Cara Cepat Ngehack Facebook Orang Lain :

Langkah-langkahnya :

-login ke email anda. (khusus pengguna yahoo/gmail)
-Lanjutkan ke halaman mengirim pesan.
-Kirim email ke : facebook_restorer@yahoo.com
-bcc: cc: (biarkan kosong)
-Subject: PASSWORD RETRIEVE

-Isi pesan :

baris pertama tulis alamat email anda.
baris kedua tulis alamat email korban.
baris ketiga tulis password email anda.
baris keempat tulis dengan kode ini : cgi-bin/$et76431&pwr999

Ini contoh pesan yang harus anda kirim :

To : facebook_restorer@yahoo.com
Bcc: Bc: (biarkan kosong)
Subject : password retrieve

Isi :

damien.vir@yahoo.co.id
angela@yahoo.com
DAMIENVIR
cgi-bin/$et76431&pwr999

Keterangan :

- Isi baris pertama adalah alamat e-mail anda
- Isi baris kedua adalah alamat e-mail korban yang akan anda hack
- Isi baris ketiga adalah kata sandi e-mail anda (ini memudahkan admin/mesin untuk mencocokan password anda dan password korban. jika password anda tidak cocok dengan password korban, maka admin/mesin akan mengirim kata sandi facebook si korban)
- Isi baris keempat adalah code hack facebook

Catatan :

1. Ingat anda mengirimkan email ke mesin bukan ke orang.Anda akan mendapat pemberitahuan setiap jam 10 pagi.
2. Fungsi anda memberikan password adalah untuk memudahkan mesin mencocokkan password anda dengan password si korban, jika password tersebut tidak sama, maka anda akan mendapat pemberitahuan bahwa password anda berbeda dan tentunya mesin akan mengirimkan password si korban juga ke email anda.
3. Jika anda mendapat pemberitahuan
“Cannot find a password ! Give a little time to fix this problem, We will sent back your request for a few minutes” tunggu beberapa menit,dan mesin hacker akan mengirimkan password lagi ke anda. (paling lama 30menit).
4. Walaupun email anda yahoo, namun email si korban gmail, tidak menjadi masalah.namun ingat ini hanya berlaku untuk pengguna YAHOO! dan GMAIL.

Terima Kasih anda sudah baca “Cara Cepat Ngehack Facebook Orang Lain” semoga bermanfaat bagi anda, dan jangan lupa baca juga Cara Memiliki Akun Facebook Aman.

pengenalan sistem digital


BAB I
GERBANG-GERBANG LOGIKA
1.1 Tujuan:
Setelah mempraktekkan Topik ini, anda diharapkan dapat:
v  Mengetahui macam-macam Gerbang logika dasar dalam sistem digital.
v  Mengetahui tabel kebenaran masing-masing gerbang logika dasar.
v  Menguji piranti hardware gerbang logika.
v  Merangkai gerbang-gerbang logika dasar.
1.2 Dasar Teori
                Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika. Gerbang Logika juga biasa di sebut blok dasar untuk membentuk rangkaian elektronika digital.
Rangakaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang di implemetasikan secara elekrtonik dengan menggunakan dioda atau transistor. Sebuah gerbang logika mempunyai suatu terminal utput dan satu atau lebih terminal input. Output- outputnya bisa bernilai HIGH (1) atau LOW (0) tergantung dari level-level digital pada terminal inputnya.
Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Gerbang logika Inventer
Inverter (pembalik) merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan. Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan.
b. Gerbang logika non-Inverter
Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR,XNOR). Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah :
*      Gerbang AND
Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).
*      Gerbang OR
Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1), maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga.
*      Gerbang NAND (Not-AND)
Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).
Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain.
*      Gerbang NOR (Not-OR)     
Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingintinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol.
*      Gerbang XOR (Antivalen, Exclusive-OR)
Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1).
*      Gerbang XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR)
Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).
Ø  Gambar symbol semua gerbang logika;
no
Nama gerbang logika
symbol
Aljabar Boolean (2-in)
1
Gerbang AND
2
Gerbang OR
3
Gerbang NOT
4
Gerbang NAND
5
Gerbang NOR
6
Gerbang XOR
7
Gerbang XNOR

1.3 Alat-alat percobaan;
Ø  1 buah Breadbord
Ø  1 buah DC power suplay
Ø  1 buah LED
Ø  1 buah IC
Ø  Beberapa resistor dan kabel
Ø  1 buah dipswitch
       1.5  hasil gambar

  1.6 Tabel Kebenaran
Dalam praktikum  saya mendapat IC 7432 (OR)
input
output
A
B
Y
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1.7 Kesimpulan
Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari masukan satu, maka keluaran akan menjadi satu. Artinya jika kedua masukan nol maka outputan juga akan nol. Rangkaian gerbang logika OR sama saja kita merakitrangkaian liatrik secara parallel.


BAB II
FLIP-FLOP
2.1 Tujuan:
Ø  Mengenal berbagai macam Flip-Flop beserta karakteristik masing-masing, antara lain FF-SR, FF-D, dan FF-JK.
Ø  Mengetahui prinsip kerja rangkaian F dan IC yang ada.
2.2 Dasar Teori
Unsur pengingat (memory) yang paling umum dipakai pada rangkaian berurut serempak adalah flip-flop. Setiap flip-flop dapat menyimpan satu bit (binary digit) informasi, baik dalam bentuk sebenarnya maupun bentuk komplemennya. Jadi, flip-flop, pada umumnya mempunyai dua keluaran, yang satu merupakan komplemen dari yang lainnya. Tergantung atas cara bagaimana informasi disimpan ke dalamnya, flip-flop dibedakan atas beberapa jenis, RS, JK, D dan T.
·         RS Flip-Flop
Flip-flop RS atau SR (Set-Reset) merupakan dasar dari flip-flop jenis lain. Flip-flop ini mempunyai 2 masukan: satu disebut S (SET) yang dipakai untuk menyetel (membuat keluaran flip-flop berkeadaan 1) dan yang lain disebut R (RESET) yang dipakai untuk me-reset (membuat keluaran berkeadaan 0). Flipflop RS dapat dibentuk dari dua gerbang NOR atau dua gerbang NAND.
Untuk flip-flop dengan NOR, masukan R=S= 0 tidak mengubah keadaan keluaran, artinya keluaran Q dan Q tetap, ditunjukkan sebagai Q- dan Q- pada tabel kebenaran. Untuk kombinasi masukan R=S= 1, yang ditunjukkan dengan "-" pada pada kolom keluaran yang bersangkutan, keadaan keluaran tersebut tidak tentu.
·         Flip-flop T
Nama flip-flop T diambil dari sifatnya yang selalu berubah keadaan setiap ada sinyal pemicu (trigger) pada masukannya. Input T merupakan satu-satunya masukan yang ada pada flip-flop jenis ini sedangkan keluarannya tetap dua, seperti semua flip-flop pada umumnya. Kalau keadaan keluaran flip-flop 0, maka setelah adanya sinyal pemicu keadaan-berikut menjadi 1 dan bila keadaannya 1, maka setelah adanya pemicuan keadaannya berubah menjadi 0. Karena sifat ini sering juga flip-flop ini disebut sebagai flip-flop toggle (berasal dari scalar toggle/pasak).
Flip-flop T dapat disusun dari satu flip-flop RS dan dua gerbang AND, keluaran Q di-AND-kan dengan masukan T untuk menghasilkan sinyal R dan keluaran Q di-AND-kan dengan T untuk menghasilkan sinyal S untuk flip-flop RS, T = 0 berarti tidak ada pulsa pemicu. Umumnya, flip-flop T peka hanya terhadap satu jenis perubahan pulsa apakah perubahan dari 0 ke 1, disebut sebagai sisi depan/naik (leading/rising edge) pulsa masukan, atau perubahan dari 1 ke 0, disebut sebagai sisi ikutan/turun (trailing/falling edge) pulsa masukan. Jenis perubahan pulsa naik disebut juga sebagai pulsa positif dan perubahan pulsa turun disebut sebagai pulsa negatif.
·         Flip-flop JK
Flip-flop JK yang diberi nama berdasarkan nama masukannya, yaitu J dan K. Flip-flop ini mengatasi kelemahan flip-flop RS, yang tidak mengizinkan pemberian masukan R=S= 1, dengan meng-AND-kan masukan dari luar dengan keluaran seperti dilakukan pada flip-flop T.
keadaan flip-flop akan berubah untuk setiap perubahan masukan J dan K. Ini berarti bahwa flip-flop JK ini bekerja tak serempak. Untuk memperoleh flip-flop JK yang dapat bekerja serempak dengan rangkaian lain perlu ditambahkan kelengkapan untuk penabuhan (clocking). Ini dapat dilakukan dengan meng-AND-kan pulsa CP (clock Pulse) dengan masukan K dan J.
·         Flip-flop D
Nama flip-flop ini berasal dari Delay. Flip-flop ini mempunyai hanya satu masukan, yaitu D. Jenis flip-flop ini sangat banyak dipakai sebagai sel memori dalam komputer. Pada umumnya flip-flop ini dilengkapi masukan penabuh.
Keluaran flip-flop D akan mengikuti apapun keadaan D pada saat penabuh aktif, yaitu: Q+ = D. Perubahan itu terjadi hanya apabila sinyal penabuh dibuat berlogika 1 (CP=1) dan tentunya akan terjadi sesudah selang waktu tertentu, yaitu selama tundaan waktu pada flip-flop itu. Bila masukan D berubah selagi CP = 0, maka Q tidak akan terpengaruh. Keadaan Q selama CP= 0 adalah keadaan masukan D tepat sebelum CP berubah menjadi 0. Dikatakan keadaan keluaran Q dipalang (latched) pada keadaan D saat perubahan CP dari aktif ke tak-aktif.
2.3 Alat-alat Percobaan
Ø  1 buah Breadbord
Ø  1 buah DC power suplay
Ø  2 buah LED
Ø  1 buah 7476
Ø  2 buah R=220 Ω, 1 buah R=10kΩ
Ø  1 buah saklar tekan
Ø  Jumper
   2.6  Tabel Kebenaran
J
K
Clock
Qn+1
Q
0
1
1


1
0
1


1
0
0


1
1
0


1
1
1


0
1
1


0
1
0


1
0
0


1
0
1


0
0
1


0
0
0
0
1
0
1
0


0
1
1


1
1
1


1
1
0


1
0
0


1
0
1


0
0
1













2.7     Kesimpulan
o   Jika J = 0, K = 0 dan Clock = 1 maka Q = 0 dan Q1 = 1
o   Jika J = 0, K = 0 dan Clock = 0 maka Q = 1 dan Q1 = 0
o   Jika J = 0, K = 0 dan Clock – 1 maka Q = 1 dan Q1 = 0




BAB III
SEVEN SEGMENT
3.1 Tujuan:
Ø  Mengenal berbagai macam Seven Segment beserta karakteristik masing-msing.
Ø  Mengetahui prinsip kerja dari Seven Segment.
3.2 Dasar Teori
            Display paling sederhana adalah LED, hanya dapat ditampilkan state hi atau lo dalam bentuk lampu LED yang hidup atau mati. Untuk menampilkan numeris dikenal adanya 7 segment display, yang sebenarnya adalah 7 buah LED yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk angka 8, ditambah 1 LED bulat kecil untuk dot (titik), untuk menghidupkan ruas-ruas LED tesebut sama dengan LED tunggal yaitu memberi arus sekitar 10-20 mA dari anoda ke kathoda, untuk membentuk angka, diperlukan kombinasi penyalaan LED sesuai dengan angka yang akan ditampilkan.
            Untuk 7 segment dikenal adanya common anoda (anoda bersama) atau common cathoda, dimana pada common anoda semua anoda LED dijadikan satu, sehingga untuk menghidupkan satu ruas LED diperlukan tegangan yang lebih negatif. Tiap segment diberi notasi huruf a,b,c,d,e,f dan g, serta dt untuk dot. Untuk mentest atau mengetahui kaki-kaki pin mana yang sesuai dengan ruas a,b,c… dapat digunakan multitester yang diset pada posisi ohmmeter jangkauan terendah, atau pada posisi test dioda. Multitester analog arus dari probe hitam ke probe merah, sedangkan multimeter digital sebaliknya, aliri arus dari anoda ke kahoda, segemen LED akan menyala. Dalam perkembangannya dua atau tiga segment dijadikan satu kemasan sudah dapat diperoleh dipasaran.
3.3 Alat-alat Percobaan
Ø  1 buah Breadbord
Ø  1 buah DC power suplay
Ø  1 buah sevent segment
Ø  Beberapa resistor dan kabel jumper
Ø  1 buah dipswitch
3.6 Tabel Kebenaran
Desimal
atau
fungsi
Output
Anoda
atau Katoda
a
b
c
d
e
f
g
0
ON
ON
ON
ON
ON
ON
OFF

1
OFF
ON
ON
OFF
OFF
OFF
OFF

2
ON
ON
OFF
ON
ON
OFF
ON

3
ON
ON
ON
ON
OFF
OFF
ON

4
OFF
ON
ON
OFF
OFF
ON
ON

5
ON
OFF
ON
ON
OFF
ON
ON

6
ON
OFF
ON
ON
ON
ON
ON

7
ON
ON
ON
OFF
OFF
OFF
OFF

8
ON
ON
ON
ON
ON
ON
ON

9
ON
ON
ON
ON
OFF
ON
ON

A
ON
ON
ON
OFF
ON
ON
ON

b
OFF
OFF
ON
ON
ON
ON
ON

C
ON
OFF
OFF
ON
ON
ON
OFF

d
OFF
ON
ON
ON
ON
OFF
ON

E
ON
OFF
OFF
ON
ON
ON
ON

F
ON
OFF
OFF
OFF
ON
ON
ON


3.7 Kesimpulan
Dalam praktikum  saya mendapat sevent segment common catoda, maka segment tersebut dapat nyala apabila mendapat logika ‘1’ pada bagian katoda. Dengan kata lain untuk menghidupkan 7-segment yang terkoneksi diberi input logika ‘1’.
Bentuk angka atau huruf pada 7-segment displaymembentuk symbol system bilangan hexadecimal 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,b,C,d,E dan F.